Contact: +6285939407473 |   Instagram: @instaprivat_edu |   Email: [email protected]

Bagaimana Cara Belajar Matematika untuk Siswa yang Tidak Suka Matematika?

Oct. 22, 2020 74

Mengapa orang tidak menyukai matematika? Orang tentu sudah sangat sering mendengar pertanyaan itu. Kita sudah mendapatkan pelajaran matematika sejak sekolah dasar sampai SMA/SMK. Bahkan ketika masih kecil pun matematika sudah diajarkan oleh orang tua kita, dengan mempekenalkan angka dari 1-10, berhitung, dan lain sebagainya.

Lalu apa itu matematika? Mungkin yang terpikir matematika itu angka, rumus, menghitung, dan lain sebagainya. Dan bagi siswa, matematika adalah salah satu pelajaran yang tidak disukai, hanya sebagian kecil dari anak-anak sekolah yang menyukai matematika. Bagi siswa yang kurang suka, mereka merasa bahwa belajar matematika itu sangatlah sulit, menguras pikiran, membosankan, dan tentu ada banyak alasan yang menjelaskannya.

Ketika kita mendengar kata matematika saja, otak kita sudah ke doktrin bahwasannya matematika itu sulit, banyak rumus. Sehinggga menyebabkan siswa tidak suka dengan pelajaran matematika dan bahkan ada siswa yang malas untuk mengikuti pelajarannya. Lalu bagaimana cara mengatasinya agar siswa menyukai pelajaran matematika? Untuk itu, kita akan membahas tentang mengapa banyak orang tidak suka pelajaran matematika. Tujuannya untuk membuat siswa suka dengan pelajaran matematika, minimal bersemangat dalam mengikuti pelajaran matematika.

Tidak Suka Matematika

Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang besaran, struktur, bangun ruang, dan perubahan-perubahan yang pada suatu bilangan. Matematika merupakan ilmu abstrak yang hanya berisi angka, teka – teki yang membuat seseorang tidak menyukainya yang beralasan bahwa matematika itu sulit. Hampir sebagian besar seseorang bahkan siswa tidak menyukai pelajaran matematika. Banyak faktor yang membuat seseorang tidak menyukai matematika, diantaranya :

Angka dan Rumus Adalah Pelajaran Abstrak

Alasan utama matematika sangat sulit adalah karena matematika merupakan pelajaran abstrak yang hanya berisi angka dan rumus. Bagi siswa sendiri, permainan angka tentu lebih sulit dibandingkan dengan mendengarkan cerita dan kisah sejarah yang memang berhubungan dengan kehidupan secara real.

Tegang dan Konsentrasi Penuh saat Pelajaran Matematika

Matematika memang dirasa menjadi pelajaran yang sulit dalam sekolah, untuk itu setiap pelajaran dimulai, siswa itu pasti lebih tegang dan memusatkan konsentrasi untuk memahami materi. Inilah yang membuat mereka merasa bosan, apalagi bagi siswa yang memang tidak menyukai matematika (matematika haters).

Butuh Ketelitian untuk Menjawab Soal

Dalam mengerjakan soal matematika, memang sangat membutuhkan ketelitian. Karena apabila kita mengerjakan sebuah soal matematika kemudian hanya salah satu angka, menyebabkan semua langkah jawaban salah dan harus mengulang dari awal.

Tidak Cukup Hanya Menghapal Rumus

Untuk memahami matematika, tidak hanya cukup dengan menghafal rumus, tetapi kita juga butuh penalaran dan memahami soal, menghubungkan rumus satu dengan rumus lainnya. Maka dari itu matematika itu banyak-banyaklah berlatih, karena apabila kita sering berlatih maka kita tidak akan merasa kesulitan untuk menemukan jawaban yang benar.

Butuh Penjabaran Kompleks untuk Soal Sederhana

Waktu mengerjakan satu soal matematika tentu lebih lama dibandingkan mengerjakan soal bahasa atau sejarah. Ini karena jawaban memang harus kompleks dengan langkah yang sistematis bahkan untuk soal sederhana. Begitu pula demikian, materi dasar yang diajarkan di sekolah dasar akan selalu terkait dengan materi yang diajarkan sampai ke tingkat perkuliahan.

Kebanyakan Guru Matematika Adalah Guru yang Serius

Banyak yang beranggapan bahwa guru matematika adalah hampir sebagian besar gurunya killer, terlalu serius. Mungkin ini karena materi matematika yang menuntut siswa untuk belajar serius dengan konsentrasi dan ketelitian lebih, sehingga seriang apapun guru matematika menyampaikan materi, siswa tetap merasa guru matematika sangat serius.

Daya Tarik Rendah, Kenapa?

Rendahnya kualitas pembelajaran matematika akan berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa, hal ini ditemukan oleh banyak faktor yang secara umum terdiri atas faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar guru, misalnya; kurikulum, daya dukung, pembelajaran, dan faktor lainnya. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri guru itu sendiri, misalnya kemampuan guru matematika dalam mengemas pembelajaran.

Oleh karena itu guru perlu mendapat pembinaan dengan media audio visual. Dari proses pembinaan dengan media audio visual tersebut dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika terutama pada aspek kegiatan pendahuluan (membuka pelajaran), kegiatan inti, penguasaan materi pelajaran, penggunaan teknik tanya jawab (interaksi), pengolahan kelas/waktu/materi, penggunaan media belajar, penggunaan bahasa, dan penilaian belajar.

6 Tips Biar Kamu Suka Pelajaran Matematika

  1. Jangan cuma menghafal.
  2. Pelajari lagi materi yang diajarkan oleh guru.
  3. Sering-seringlah berlatih menyelesaikan soal matematika.
  4. Cari guru les yang bisa membawa suasana belajar matematika menjadi fun dan mudah.
  5. Tanamkan pada dirimu sendiri kalo kamu suka matematika.
  6. Pahamilah bahwa matematika itu selalu dipakai.

 

Kalau kamu butuh guru les matematika yang bisa membawa suasana belajar matematika menjadi fun dan mudah, kamu bisa hubungi InstaPrivat
085939407473

Les Privat Matematika Guru datang ke rumah dan online.
SD-SMP-SMA-SBMPTN/SIMAK UI
Kurikulum Nasional, Nasional Plus, & Internasional

Les Privat Matematika guru ke rumah biaya murah di Jakarta Tangerang

Credit: Denny Hendrik
Quora ruang Matematika